Faktur Pajak

Faktur Pajak Keluaran

Berdasarkan ketentuan Pasal 13 ayat (1) Undang-undang PPN, faktur pajak harus dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) untuk setiap :

  1. Penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dalam daerah pabean
  2. Ekspor BKP berwujud
  3. Penyerahan BKP berupa aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan kecuali atas penyerahan aktiva yang Pajak Masukan (PM) nya tidak dapat dikreditkan karena tidak mempunyai hubungan langsung dengan kegiatan usaha dan karena merupakan PM atas perolehan dan pemeliharaan kendaraan bermotor berupa sedan dan station wagon.
  4. Penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP) dalam daerah pabean
  5. Ekspor BKP tidak berwujud
  6. Ekspor JKP

Didalam Pasal 13 ayat (2) nya, Undang-undang PPN mengatur tentang saat pembuatan faktur pajak di mana faktur pajak harus dibuat pada :

  1. Saat penyerahan BKP atau penyerahan JKP
  2. Saat penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadai sebelum penyerahan BKP atau JKP
  3. Saat penerimaan pembayaran termin dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan
  4. Saat lain yang ditentukan oleh Menteri Keuangan,misalnya untuk penyerahan kepada bendahara pemerintah, faktur pajak dibuat pada selain ketentuan di atas.

Hal hal yang perlu diperhatikan pada saat pembuatan faktur pajak agar faktur pajak tersebut memenuhi persyaratan formal sebagaimana tertuang dalam Pasal 13 ayat (9).dimana faktur pajak paling sedikit harus memuat keterangan tentang :

  1. Nama, alamat, Nomor Pokok Wajib Pajak yang menyerahkan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak;
  2. Nama, alamat, Nomor Pokok Wajib Pajak Pembeli Barang Kena Pajak atau Penerima Jasa Kena Pajak;
  3. Jenis barang atau jasa, jumlah Harga Jual atau Penggantian, dan potongan harga;
  4. Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut;
  5. Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang dipungut;
  6. Kode, Nomor Seri, dan tanggal pembuatan Faktur Pajak; danNama, dan tanda tangan yang berhak menandatangani Faktur Pajak

Selain hal hal tersebut kita juga harus memperhatikan aspek aspek yang tertuang dalam PER DIRJEN No.13/PJ/2010 Diantaranya adalah :

  1. Faktur Pajak yang diterbitkan dalam hal surat pemberitahuan penggunaan Kode Cabang tidak atau bterlambat disampaikan. Hal ini khusus bagi PKP yang telah melakukan pemusatan Pajak Pertambahan Nilai terutang, yang sistem penerbitan Faktur Pajak-nya belum online antara Kantor Pusat dan Kantor-kantor Cabang-nya, dan/atau  Kantor Pusat dan/atau Kantor-kantor Cabang-nya ada yang ditetapkan sebagai Penyelenggara Kawasan Berikat dan/atau ditetapkan sebagai Pengusaha Di Kawasan Berikat dan/atau mendapat fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan/atau berada di Kawasan Ekonomi Khusus;
  2. Faktur Pajak yang diterbitkan dengan menggunakan Kode Cabang selain dari Kode Cabang yang telah ditetapkan;
  3. Faktur Pajak yang terdapat kesalahan dalam pengisian Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak;
  4. Faktur Pajak yang diterbitkan tidak dimulai dari Nomor Urut 00000001 oleh PKP pada awal tahun kalender bulan Januari atau pada Masa Pajak Pengusaha Kena Pajak tersebut dikukuhkan bagi Pengusaha Kena Pajak yang baru dikukuhkan;
  5. Faktur Pajak yang diterbitkan dalam hal sebelum Masa Pajak Januari tahun berikutnya Pengusaha Kena Pajak menerbitkan Faktur Pajak mulai dari Nomor Urut 00000001 namun Pengusaha Kena Pajak tidak atau terlambat menyampaikan pemberitahuan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak tempat Pengusaha Kena Pajak dikukuhkan atau tempat pemusatan pajak terutang dilakukan.
  6. Faktur Pajak yang diterbitkan dalam hal surat pemberitahuan nama pejabat atau kuasa yang ditunjuk untuk menandatangani Faktur Pajak atau surat pemberitahuan perubahan pejabat atau kuasa pendantangan Faktur Pajak tidak atau terlambat disampaikan.

Selain hal tersebut diatas disebutkan juga didalam lampiran PER DIRJEN No.13/PJ/2010 bahwa pembuatan FP harus sesuai dengan form yang di sediakan,tidak kurang sedikitpun.

Dalam contoh FP Tertulis harus mencoret salah satu,jika tidak memenuhi criteria sebagaimana di maksud dapat dikatakan faktur tersebut cacat dan tidak dapat dikreditkan.

Namun telah keluar lagi aturan yaitu SE 151/PJ/2010 dimana dalam butir ke 8 berbunyi :

“Faktur Pajak yang tidak dicoret pada kolom “Harga Jual/Penggantian/Uang
Muka/Termin” namun tidak menyebabkan informasi pada Faktur Pajak menjadi
tidak jelas, karena pada kolom keterangan telah dicantumkan
keterangan/informasi yang menjelaskan jenis transaksi atau penyerahan BKP atau
JKP yang dikenai PPN, bukan merupakan Faktur Pajak cacat”

Tapi alangkah baiknya kita tetap mencoret sesuai dengan transaksinya agar tidak terjadi dispute antara pemeriksa dengan kita.

Faktur Pajak Masukan

Pada dasarnya Pajak Masukan dapat dikreditkan selama syarat syarat formal terpenuhi sebagaimana pada saat kita membuat faktur pajak Keluaran.

Tapi selain hal tersebut kita juga harus memperhatikan hal hal yang dapat membuat faktur pajak tersebut tidak dapat dikreditkan diantaranya yaitu :

  1. Perolehan Barang Kena Pajak dan Jasa kena Pajak baik dari dalam pabean atau pemanfaatan dari luar daerah Pabean sebelum Pengusaha dikukuhan sebagai Pengusaha kena pajak maka atas Faktur tersebut tidak dapat di kreditkan.
  2. Perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan kegiatan usaha;Perolehan dan pemeliharaan kendaraan bermotor berupa sedan dan station wagon, kecuali merupakan barang dagangan atau disewakan.
  3. Perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang Pajak Masukannya ditagih dengan penerbitan ketetapan pajak;Perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang Pajak Masukannya tidak dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai, yang ditemukan pada waktu dilakukan pemeriksaan.
  4. Perolehan Barang Kena Pajak selain barang modal atau Jasa Kena Pajak sebelum Pengusaha Kena Pajak berproduksi
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s